Konsep Dasar
Komponen
Lingkungan
Karakteristik
Record center dan data center memiliki perbedaan mendasar dalam fungsi dan tujuan utamanya. Record center berfokus pada penyimpanan arsip inaktif, sedangkan data center adalah pusat infrastruktur TI untuk menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data secara aktif.
Berikut adalah perbedaan lebih detail:
Record Center (Pusat Arsip):
Fungsi:
Menyimpan arsip atau dokumen yang sudah tidak aktif digunakan secara reguler, namun masih perlu disimpan untuk keperluan tertentu seperti kepatuhan hukum, bukti sejarah, atau keperluan audit.
Fokus:
Penyimpanan arsip inaktif, baik fisik maupun digital.
Akses:
Akses ke arsip biasanya lebih terbatas dan lebih lambat dibandingkan data center.
Fasilitas:
Membutuhkan fasilitas penyimpanan yang aman, terkendali, dan sesuai dengan standar pengelolaan arsip.
Contoh:
Gudang penyimpanan arsip fisik, sistem penyimpanan digital untuk arsip yang tidak aktif.
Data Center (Pusat Data):
Fungsi: Menyediakan infrastruktur TI untuk menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data secara aktif dan real-time.
Fokus: Penyimpanan, pemrosesan, dan distribusi data yang aktif digunakan.
Akses: Akses data biasanya cepat dan mudah melalui jaringan, termasuk internet.
Fasilitas: Membutuhkan infrastruktur TI yang canggih seperti server, jaringan, sistem pendingin, dan keamanan yang tinggi.
Contoh: Server farm, cloud computing, sistem pemrosesan data bisnis.
Perbedaan Kunci:
Aktivitas Data:
Record center menyimpan data yang tidak aktif, sedangkan data center menyimpan dan memproses data aktif.
Tingkat Akses:
Akses ke data di record center lebih terbatas dan lambat, sementara akses ke data di data center lebih cepat dan mudah.
Infrastruktur:
Record center membutuhkan fasilitas penyimpanan yang aman dan terkendali, sementara data center membutuhkan infrastruktur TI yang canggih dan terintegrasi.
Secara singkat, record center adalah tempat penyimpanan arsip inaktif, sedangkan data center adalah pusat infrastruktur TI yang menyediakan layanan penyimpanan, pemrosesan, dan distribusi data yang aktif.
Pusat Arsip teratas di dunia termasuk Arsip Nasional Prancis, Arsip Rahasia Vatikan, dan Arsip Internet, yang menyimpan berbagai dokumen penting dan bersejarah.
Berikut adalah beberapa pusat arsip top dunia beserta fasilitas dan koleksinya:
Arsip Nasional Prancis:
Didirikan pada tahun 1790, Arsip Nasional Prancis memiliki koleksi arsip terbesar di dunia, termasuk catatan dari tahun 625 M. Mereka menyimpan berbagai dokumen pemerintah, agama, dan pribadi yang disita selama Revolusi Prancis, menurut Wikipedia.
Arsip Rahasia Vatikan:
Arsip ini menyimpan dokumen negara, korespondensi, catatan akuntansi, dan banyak dokumen lain yang dikumpulkan oleh Gereja selama berabad-abad. Arsip ini dipisahkan dari Perpustakaan Vatikan pada abad ke-17.
Arsip Internet:
Arsip Internet memiliki koleksi perangkat lunak bersejarah daring terbesar di dunia, mencakup 50 tahun sejarah komputer, majalah dan jurnal komputer, buku, cakram shareware, situs FTP, dan permainan video, menurut Wikipedia.
Pusat Arsip (Record Center):
Ini adalah fasilitas yang didesain khusus untuk menyimpan arsip inaktif. Idealnya, pusat arsip dibangun melalui perencanaan yang matang, bukan sekadar ruangan yang penuh dengan tumpukan arsip.
Pusat Arsip Inaktif (Record Centre):
Ini adalah bagian dari pusat arsip yang fokus pada penyimpanan arsip yang sudah tidak aktif lagi digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Ruang Pengolahan:
Ruang ini digunakan untuk mengolah arsip, baik yang berbentuk tekstual maupun non-tekstual.
Ruang Transit:
Ruang ini digunakan untuk sementara menyimpan arsip sebelum diproses lebih lanjut atau disimpan di tempat lain.
Ruang Fumigasi:
Ruang ini digunakan untuk proses fumigasi, yaitu pemusnahan hama dan serangga yang dapat merusak arsip.
Ruang Musnah:
Ruang ini digunakan untuk memusnahkan arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna lagi.
Ruang Rapat:
Ruang ini digunakan untuk rapat-rapat terkait pengelolaan arsip.
Ruang Alih Media:
Ruang ini digunakan untuk melakukan alih media arsip, misalnya dari bentuk fisik ke bentuk digital.